top of page

Gedung H

  • Writer: fortrotterdamks
    fortrotterdamks
  • Jul 9, 2018
  • 1 min read

Gedung H, Gedung Tamu

Dahulu bangunan ini digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu dari Mandrasyah (Ternate). Saat ini bangunan tersebut difungsikan sebagai penginapan tamu BPCB.

Pada bangunan turutan ini terdiri atas 4 lantai dengan luas bangunan keseluruhan adalah 905,84 m2. Lantai pertama dan kedua menggunakan 3 jenis lantai yaitu ubin teraso merah bintik putih berukuran 30x30 cm, ubin berwarna kuning berukuran 20x20 cm, dan ubin teraso hitam berukuran 20x20 cm, sementara lantai 3 bangunan terbuat dari papan yang disusun. Pada lantai dasar terdapat 2 buah jendela berukuran 20x20 cm, sementara lantai 3 bangunan terbuat dari papan yang disusun. Pada lantai dasar terdapat 2 buah jendela berukuran 1,5x1,2 meter dan 3 buah pintu berukuran 1,7x1,5 meter, kesemuanya berbentuk tapal kuda tetapi pada bagian jendela diberi terali besi. Selain itu, dibagian utara bangunan terdapat sebuah pintu berukuran 2x1,5 meter dengan tangga yang menghubungkan dengan lantai 2 bangunan.


Pada lantai dua terdapat 7 buah pintu berukuran 2x2,1 meter, dan 2 buah pintu berbentuk tapal kuda berukuran 2x1 meter. Terdapat 10 buah jendela krepyak segi empat berukuran 1,0x0,7 meter, serta 5 buah ventilasi tapal kuda. Lantai tiga bangunan terdiri atas 4 ruangan. Terdapat 11 buah ventilasi oculus, 1 buah jendela berukuran 0,5x0,4 meter dan 1 buah jendela berukuran 1,0x0,5 meter. Sementara itu lantai empat bangunan hanya terdiri dari 1 ruangan, 4 buah jendela lucarne berukuran 1,5x1,0 meter, dan 1 buah jendela segi empat berukuran 0,4x0,3 meter.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


About Fort Rotterdam
  • White Facebook Icon
Join My Mailing List

Fort Rotterdam merupakan tempat bersejarah bagi masyarakat  Kota Makassar dan telah menjadi ikon yang sangat melekat dan memiliki sejarah yang kuat, dari jaman Belanda hingga saat ini, awalnya digunakan untuk perang menghadapi Belanda, lalu dikalahkan oleh Belanda, dan digunakan oleh Jepang, serta sekarang menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (Sulawesi Selatan).

 

Read More

 

bottom of page