top of page

Gedung B

  • Writer: fortrotterdamks
    fortrotterdamks
  • Jul 5, 2018
  • 1 min read

Updated: Jul 11, 2018

- Pokja perlindungan

- Gardu listrik

- Kantin

- Souvenir


Gedung B, Kantin dan souvenir


Gedung B (Kantin & Souvenir)

Pada awalnya bagian atas bangunan ini dipergunakan sebagai tempat perwakilan dagang dan bagian bawah berfungsi sebagai sel. Pada masa sekarang ruangan bagian selatan difungsikan sebagai bagian dari ruang Polisi Pariwisata, Tourist Information Center (TIC), dan kantin.


Bangunan turutan ini berada tepat dibagian bawah Bastion Bone. Sebenarnya bangunan ini terdiri atas 4 ruangan, tetapi satu buah ruangan di bagian utara tidak diperbaiki guna menampakkan sisa-sisa pengeboman pada saat perang, sehingga hanya tiga ruangan saja yang saat ini dapat dilihat bentuknya.


Bangunan turutan ini dipugar pada tahun 1994 oleh Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala dan merupakan bangunan dengan gaya Renaissanc. Bangunan ini memiliki teras serta 4 buah pilar besar dibagian depannya yang sekaligus menopang atap penutup teras. Memiliki 2 buah pintu bentuk tapal kuda masing-masing berukuran 2,8 x 1,4 meter, 2,4x1,5 meter, dan satu buah pintu persegi empat berukuran 1,4x0,6 meter. Bangunan tidak memiliki jendela namun memiliki 2 ventilasi udara yang diletakkan pada sisi timur berukuran 1,2 x 0,8 meter dan pada sisi utara berukuran 2,8 x 1,3x0,6 meter.


Pada bangunan ini terdapat 2 buah pintu penghubung antar ruangan berukuran 2,4 x 1,2 meter. Di bagian selatan bangunan terdapat 1 buah pintu terali besi berukuran 2,4x1,5 meter. Pada bagian lantai digunakan ubin teracota yang berukuran 30x30 cm berwarna merah. Secara keseluruhan Gedung B memiliki luas 104 m2.

Recent Posts

See All

Comments


About Fort Rotterdam
  • White Facebook Icon
Join My Mailing List

Fort Rotterdam merupakan tempat bersejarah bagi masyarakat  Kota Makassar dan telah menjadi ikon yang sangat melekat dan memiliki sejarah yang kuat, dari jaman Belanda hingga saat ini, awalnya digunakan untuk perang menghadapi Belanda, lalu dikalahkan oleh Belanda, dan digunakan oleh Jepang, serta sekarang menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (Sulawesi Selatan).

 

Read More

 

bottom of page